Bikaambon adalah sejenis penganan asal Indonesia. Terbuat dari bahan-bahan seperti
telur,gula, dan santan, bika ambon umumnya dijual dengan rasa pandan, meskipun
kini juga tersedia rasa-rasa lainnya seperti durian, keju, dan cokelat. Bika
ambon biasanya dapat bertahan dalam kondisi terbaik selama sekitar empat hari
karena setelah itu kue tersebut mulai mengeras.
Asal-muasal
bika ambon tidak diketahui dengan jelas. Pada buku Bunga Angin Portugis di
Nusantara, Jejak-jejak Kebudayaan Portugis di Nusantara (2008) karya Paramita R
Abdurrahman, disebutkan bahwa salah satu peninggalan Portugis di Maluku adalah
tradisi kuliner. Di antara berbagai jenis kuliner yang diperkenalkan kepada
penduduk setempat, satu di antaranya adalah bika. Namun tak ada yang bisa
menjelaskan bagaimana kue tersebut dibawa atau diperkenalkan oleh orang Ambon
ke Medan, atau bagaimana ia bisa bernama bika ambon.
Walaupun
namanya mengandung kata “ambon”, bika ambon justru dikenal sebagai oleh-oleh
khas Kota Medan, Sumatera Utara. Di Medan, Jalan Mojopahit di daerah Medan
Petisah terdapat sedikitnya 30 toko kue ini juga terdapat di Alamat: Jl. Tengku Amir Hamzah, Jatinegara, Binjai Utara, Kota Binjai, Sumatera Utara 20741. Setiap toko di
lokasi ini bisa menjual lebih dari 1.000 bungkus bika ambon per hari apabila
menjelang hari raya. Diperkirakan, sebutan bika ambon muncul dari
kebiasaan masyarakat yang dahulu baru mengenal bika yang diproduksi di jalan
ambon, Medan. Penyebutan bika ambon akhirnya menjadi tradisi seiring dengan
berkembangnya industri makanan ini.



